Everything that’s coming into your life, you are attracting into your life

Dipicu oleh ringkasan buku “Bila Hidup Sebuah Permainan, Inilah Aturannya” oleh pak Ikhwan Sopa yang diposting dimilis TDA, saya jadi tertarik untuk memiliki buku ini.

Tapi ternyata hal itu tidak semudah yang saya kira, karena walaupun buku ini termasuk buku laris, tetapi mungkin karena sudah lama, saya tidak menemukan buku ini toko-toko buku yang ada di Bandung. Hampir semua toko buku Gramedia, Gunung Agung dan Karisma saya telepon ataupun datangi tidak punya stok buku ini.

Pilihan berikutnya adalah beli buku online. Dari sekitar empat atau lima toko buku online yang saya periksa, hanya ada satu yang punya. Langsung saja saya pesan. Beberapa hari kemudian saya terima kabar kalau buku akan agak lambat saya terima karena ada keterlambatan kiriman dari penerbit. Padahal saya sudah tidak sabar ingin segera membacanya.

Jumat siang saya keluar untuk makan siang, pas kembali saya melihat kertas kuning diselipkan dipintu pagar. Ternyata itu adalah surat panggilan dari TIKI, yang meminta saya mengambil kiriman buku karena pada saat diantar rumah sedang kosong. Melihat alamatnya, saya berkata, aduh jauh banget. Saya tinggal di Bojong Koneng, daerah bagian utara dari Bandung, sedangkan kiriman mesti diambil didaerah Kopo, bagian selatan dari Bandung.

Karena hari itu adalah hari Jumat, dan Sabtu kantor tutup jadi buku baru bisa diambil hari Senin, jadi saya mesti lebih bersabar beberapa hari lagi. Terus terang, saya sempat agak kesal, kenapa kiriman mesti diantar pada saat rumah kosong, saya jadi mesti jauh2 ke Kopo untuk mengambil kiriman.

Hari Senin saya berangkat untuk mengambil buku, dengan terlebih dahulu melihat peta karena saya tidak hapal daerah sana. Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama karena memang jauh dan jalanan macet, dan juga sedikit nyasar-nyasar, akhirnya saya sampai ke kantor Tiki di Kopo Regency..

Sampai disana, saya tiba-tiba teringat sesuatu, hal yang membawa saya ketempat itu. Saya langsung teringat kata Bob Proctor di film The Secret :

Everything that’s coming into your life, you are attracting into your life.

Sekarang saya akan menceritakan kejadian yang menarik saya untuk datang ketempat itu.
Sejak ada bis pemadu moda Primajasa, kalau saya pulang ke Denpasar, saya selalu menggunakan bis Primajasa untuk ke bandara Sukarno-Hatta, tidak lagi menggunakan kereta api.
Saya ingat, setiap kali melewati suatu tempat disisi jalan tol dalam perjalanan menuju Jakarta, saya selalu berpikir itu dimana ya? Kok tempatnya ramai, adal mallnya, dan saya tidak tahu itu ada didaerah mana.
Ternyata hari ini saya ‘dibawa’ ke tempat itu, ke Kopo Regency, tempat dimana kantor Tiki berada. Saya dibawa oleh LOA ketempat ini semata-mata karena keingin tahuan saya saja.

Hal seperti ini juga pernah saya alami sebelumnya. Walaupun saat itu saya belum menonton The Secret dan tahu tentang LOA, saya sudah merasa bahwa dua kejadian tersebut ada hubungannya.
Saat itu saya masih bekerja di Batam, di Advanced Interconnect Technologies, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang semiconductor assembly dan test service.
Beberapa bulan sebelum resign dari sana, sempat terlintas dipikiran saya, kalau saya resign dari sini, kapan lagi saya akan ke Changi Airport.
Saat itu saya sudah beberapa kali ke Changi, entah karena jalan2 ke Thailand ataupun training ke Swiss, semuanya lewat Changi.
Airport Changi adalah airport yang paling nyaman dari semua airport yang saya pernah kunjungi. Belum banyak sih airport yang pernah saya kunjungi. Kalau di Indonesia, Ngurah Rai Bali, Juanda Surabaya, Adi Sucipto Yogya, Husein Sastranegara Bandung, Sukarno-Hatta, dan Hang Nadim Batam. Kalau yang diluar, selain Changi, baru airport di Bangkok Thailand dan Zurich Swiss.
Nah pada saat saya balik dari Denpasar ke Batam, ada kejadian ‘kebetulan’ yang membawa saya ke Changi.
Saya kalau naik pesawat selalu mengusahakan duduk didekat jendela, karena suka melihat pemandangan. Saat itupun saya duduk didekat jendela. Menjelang mendarat, saya melihat keluar, tanpa sadar saya berpikir, landasan pacu kok ga kelihatan ya, masa kita mau mendarat di hutan bakau?
Tiba-tiba saja pesawat berubah arah, yang tadinya sudah mau mendarat, tiba-tiba naik lagi. Baru saya sadar, kalau ternyata pesawat yang saya tumpangi hampir saja salah mendarat. Beberapa saat kemudian pilot mengumumkan kalau kita tidak jadi mendarat karena pandangan terganggu oleh kabut.
Setelah berputar-putar cukup lama, pilot mengumumkan kita akan mendarat di Changi!
Memang kami tidak lama di Changi, paling sekitar setengah jam saja, sebelum akhirnya terbang lagi dan mendarat di Hang Nadim dengan selamat.
Sesampai di Hang Nadim, saya berpikir, jangan2 apa yang baru saja saya alami gara-gara keinginan saya ke Changi sebelum saya resign.
Walaupun kalau dipikir, caranya agak ngeri juga karena sebelumnya pesawat hampir mendarat diatas hutan bakau.

Jadi berhati-hatilah dengan apa yang kita pikirkan, karena hal tersebut bisa saja tanpa sengaja membawa kita kesana.

Salam,
Ajung

This entry was posted in Personal Development and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to Everything that’s coming into your life, you are attracting into your life

  1. Henny says:

    Kalau gue punya keinginan yang kuat untuk jadi pengusaha kaya? mungkin nggak ya pikiran gue akan bawa gue kesana juga>????? karena gue pingin keliling dunia buat lihat semua keajaiban dan keindahan kota di dunia ini. Mungkin juga, amiiin.

Leave a Reply