Kenangan bersama Adam Air

Adam AirBaru saja saya melihat di detik Foto berita yang berjudul Adam Air Riwayatmu kini. Semasih saya kuliah S2 di Bandung, saya cukup sering menggunakan Adam Air untuk bolak balik Denpasar Jakarta. Pilihan saya kalau pulang naik pesawat adalah menggunakan Adam Air atau Air Asia. Biasanya kalau dari Jakarta ke Denpasar saya lebih sering menggunakan Air Asia, sedangkan kalau dari Jakarta ke Denpasar saya tidak bisa menggunakan Air Asia karena tidak ada jam penerbangan yang sesuai. Air Asia hanya punya penerbangan setelah jam 12 siang dari Denpasar ke Jakarta, sedangkan saya karena akan melanjutkan perjalanan ke Bandung lebih menyukai penerbangan pagi, agar sampai diBandung sore hari. Jadi hampir selalu saya menggunakan Adam Air.

Seorang teman memberi trik agar mendapatkan tiket pesawat Adam Air yang murah. Belilah tiket sekitar 3 hari menjelang keberangkatan, karena disana biasanya tiket yang paling murah. Kalau membeli tiket Adam Air jauh-jauh hari, biasanya harga tiket masih mahal, dan akan turun menjelang keberangkatan. Setelah 3 hari biasanya naik lagi karena tiket sudah sedikit atau bahkan bisa habis. Trik ini tidak berlaku di Air Asia. Kalau di Air Asia, semakin awal kita membeli tiket, maka harganya akan semakin murah.

Selama saya menggunakan Adam Air, tidak ada masalah berarti yang saya alami. Ketepatan waktu juga cukup baik. Ada hal yang menarik yang pernah saya alami dengan Adam Air. Waktu itu penerbangan Denpasar Jakarta. Pas diudara ada quiz, pertanyaannya adalah siapa saja nama kru pesawat, pramugari dan pilotnya. Ada penumpang yang ternyata mengingat hampir semua kru pesawat. Pemenang yang lainnya adalah siapa yang membawa kunci paling banyak. Ada penumpang yang membawa kunci lebih dari 20 buah. Saya tidak tahu apakah dia itu tukang kunci, pemilik kost-kostan atau memang sudah pernah naik Adam Air dan mendengar quiz banyak-banyakan bawa kunci jadi sudah mempersiapkannya dari rumah.

Awal-awal saya naik Adam Air, penumpang masih diberikan kue satu kotak. Belakangan kue itu diganti dengan Pop Mie. Pertama kali saya dapat Pop Mie saya pikir nanti akan ada acara makan mie bareng-bareng dipesawat, dan ada pramugari yang keliling dengan air panas. Tapi ternyata tidak….
Jadi saya berpikir kenapa dikasi Pop Mie? Ternyata dalam penerbangan saya yang terakhir dengan Adam Air, waktu itu saya berangkat bersama keluarga untuk mengikuti acara wisuda saya, saya baru tahu jawabannya. Ternyata kita bisa minta air ke pramugari, di samping toilet depan ternyata ada dispenser air panas.

Ada satu hal yang tidak saya sukai dari Adam Air adalah kalau berangkat dari bandara Ngurah Rai, Adam Air sering ganti gate dan tidak diumumkan secara jelas lewat pengeras suara. Biasanya akan datang pegawai Adam Air dengan seragam oranye-nya mencari penumpang dan mengajaknya pindah gate. Bagi yang tidak terbiasa naik pesawat, cara seperti ini bisa membuat calon penumpang ketinggalan pesawat. Dan benar saja, saya pernah membaca penumpang yang komplain ketinggalan pesawat gara-gara hal sepert ini.

Saat ini Adam Air bisa disebut sedang mati suri. Mudah-mudahan tidak menjadi mati beneran dan bisa terbang lagi melayani masayarakat Indonesia dengan kualitas yang lebih baik tentunya. Semoga….

This entry was posted in Pribadi and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply