Pilkada Bali

Tadi pagi saya sudah mencoblos pilkada Bali untuk memilih Gubernur Bali yang baru. Ini adalah pertama kalimya pemilihan gubernur diBali yang diselenggarakan secara langsung. Saya mendapat informasi dari kakak saya, kalau dress code-nya adalah pakaian adat ringan. Jadi tadi saya berangkat ke TPS dengan mengenakan pakaian adat ringan. Petugas di TPS pun juga mengenakan pakaian adat ringan.

Dari ketiga pasang calon yang ada, saya melihat semuanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Hari ini rakyat Bali memutuskan pilihannya, siapa yang akan menjadi pemimpin Bali. Dari surat panggilan untuk memilih yang saya terima, pemungutan suara berlangsung dari jam 7.00 pagi sampai jam 13.00 WITA. Setelah itu baru penghitungan suara dimulai. Biasanya hasil penghitungan suara resmi baru keluar dalam beberapa hari, tapi belakangan ini dengan adanya quick count, perkiraan hasil penghitungan suara sudah dapat diketahui dalam beberapa jam saja, dan hasilnya pun cukup akurat.

Dari yang saya perhatikan, dari pemilihan presiden maupun pemilihan kepala daerah, selama kampanye banyak janji-janji yang terucapkan, yang tak jarang menguap entah kemana setelah yang bersangkutan terpilih. Untuk itu iseng-iseng saya mengumpulkan koran minggu-minggu belakangan ini, yang nanti setelah gubernur terpilih akan saya kumpulkan berita-berita yang berisi janji-janji beliau selama masa kampanye, agar bisa tahu seberapa banyak yang bisa dipenuhi setelah menjabat. Memang banyak juga janji-janji yang diberikan tidak terukur, sehingga sulit mengetahui apakah yang bersangkutan sudah melaksanakan janjinya apa belum.

This entry was posted in Budaya Bali, Pribadi and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply