Kreativitas dan Inovasi

Pada sekitar tahun 1920, seorang periset muda dari 3M yang bernama Dick Drew mengunjungi sebuah bengkel perbaikan bodi mobil di St. Paul, Minnesota. 3M membuat dan menjual amplas, dan tujuan Dick Drew kesana adalah untuk menguji amplas baru. Pada saat dia masuk bengkel, para pekerja sedang mengelilingi sebuah mobil sambil mengomeli hasil kerjaan mereka. Yang menjadi masalah adalah hasil cat yang rusak. Untuk membuat cat mobil dengan dua warna yang populer saat itu, para pekerja mengecat mobil dengan warna yang diinginkan satu persatu, dengan menutupi bagian mobil lainnya dengan kertas yang ditempel dengan plester yang sangat kuat.  Masalah timbul saat mencabut selotip tersebut, cat pada bodi mobil juga ikut terangkat, yang menyebabkan hasil pekerjaan menjadi cacat dan perlu waktu lama untuk memperbaikinya.

Drew saat itu mungkin berkata “Parah sekali”, dan dia melupakan tujuan utamanya datang kesana untuk menguji amplas. Malahan disana dia mengamati masalah tersebut dan menyadari adanya kebutuhan selotip dengan perekat yang tidak begitu kuat, yang cukup kuat untuk menjaga kertas agar tetap menempel tetapi tidak cukup kuat sehingga cat tidak ikut terkelupas.

Sebagai sebuah pabrik amplas, perusahaannya juga memiliki pengetahuan dasar tentang bahan perekat, tetapi apakah itu cukup untuk membuat selotip seperti yang dibayangkannya, dan juga apakah perusahaan tertarik?

Drew kembali ke lab 3M dan mulai riset yang panjang untuk menemukan material dan proses manufaktur yang dapat memecahkan masalah cat yang terkelupas tersebut. Tetapi kemajuan yang dicapai sangatlah lambat. Dan pada suatu waktu pemimpin perusahaan William McKnight memberitahunya untuk kembali pada pekerjaan utamanya, membuat amplas yang lebih baik. Tetapi Drew secara diam-diam tetap melakukan riset pada selotipnya. McKnight bukannya tidak menyadari kalau anak buahnya tidak menuruti perintahnya, tetapi dia tidak pernah dipanggil untuk mendapat peringatan.

Setelah dua tahun riset dengan berbagai macam kertas dan formula perekat, kegigihan Drew menghasilkan sebuah produk baru yang sangat sukses. Produk ini menghasilkan keuntungan bagi 3M lebih dari tujuh dekade. Yang lebih penting lagi, hasil riset ini meningkatkan bisnis selotip 3M secara keseluruhan, yang saat ini memproduksi lebih dari 700 produk untuk berbagai keperluan mulai dari bidang medis, listrik, rumah tangga, dan keperluan industri. Dan Dick Drew menjadi seorang pahlawan bagi 3M – menjadi seorang model bagi generasi berikutnya di 3M, baik bagi manajer, teknisi dan juga periset.

Contoh yang dibuat oleh Drew membuat bossnya, William McKnight menjadi terkesan dan ingin hal ini menjadi suatu hal yang berkelanjutan di 3M, memastikan agar terobosan yang dilakukan oleh Drew bukan hanya menjadi suatu kejadian khusus tetapi suatu hal yang Drew, dan juga karyawan yang lain, bisa melakukannya terus menerus dan berulang. Tujuan McKnight adalah membuat suatu lingkungan dimana inovasi menjadi sesuatu yang bersigat alami dan berkelanjutan. Dan dia berhasil melakukannya. Pada tahun 2001 perusahaan menjadi suatu perusahaan global dengan pendapatan tahunan lebih dari 16 milyar dollar dan menjadi pemimpin pasar.

Tulisan diatas saya kutip dari buku Managing Creativity & Inovation. Ini adalah suatu contoh yang baik bagaimana budaya inovasi dan kreatif bisa berkembang di lingkungan dan organisasi kita.  Nanti kalau sempat akan saya bahas bagian lain dari buku ini.

This entry was posted in Informasi and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to Kreativitas dan Inovasi

  1. koko says:

    kreativitas dan inovasi memang yang jadi penggerak kehidupan 😀

Leave a Reply