Emergency Lamp

Belakangan ini di Bali, dan sepertinya diseluruh Indonesia rutin mengalami pemadaman listrik. Saya tidak tahu pasti kapan ini akan berakhir, mungkin dengan adanya pergantian dirut PLN bisa menyelesaikan masalah ini.

Kalau di Bali sendiri sih katanya, saya baca di koran pagi ini, dengan selesainya maintenance pembagkit listrik di Gilimanuk pada pertengahan januari ini, pemadaman akan berkurang jauh. Mudah2an saja benar.

Efek lain dari adanya pemadaman bergilir ini adalah ramainya orang menjual emergency lamp, dan juga lampu templek! Kalau orang ramai menjual emergency lamp saya rasa sih bukan hal yang aneh, tapi yang cukup mengherankan adalah lampu templek. Barang yang sudah bertahun-tahun saya tidak lihat, sekarang banyak yang jual lagi.

Tapi entah kenapa lampu petromax tidak menjadi populer lagi, mungkin karena harganya yang cukup mahal, dan juga menyalakannya juga tidak mudah. Mungkin banyak orang sekarang sudah tidak bisa menyalakan lampu petromax, padahal sebenarnya tidak susah2 amat kok menyalakan lampu petromax.

Balik lagi ke emergency lamp, gara-gara pemadaman ini , saya jadi tertarik bikin emergency lamp. Kalau bikin yang sekedar nyala dan asal bisa charge batere sendiri sih sebentar aja selesai, tapi saya mau bikin yang sedikit sophisticated, jadi proses desainnya rada lama disamping juga karena kesibukan saya dengan hal yang lainnya.

Barusan browsing2 tentang batere, saya ingin mengetahui teknik charging batere yang benar, dan saya ketemu site ini : http://www.batterystuff.com/tutorials_index.html dan http://www.batteryuniversity.com/ . Kedua site ini rasanya membahas tentang batere dan teknik charge yang benar.

This entry was posted in Blogroll, Informasi, Pribadi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply