Nasib Warnet kini

Beberapa tahun yang lalu, saat internet baru masuk ke Indonesia. Warnet adalah satu satu pilihan utama bagi masyarakat untuk mengakses internet. Telepon seluler saat itu jelas belum bisa dipakai mengakses internet, yang punya telepon selulerpun saat itu belum sebanyak sekarang. Dikantor-kantor, walaupun sudah mulai menyediakan fasilitas internet, belum semua menyediakannya. Jadi selain lewat komputer dirumah dengan menggunakan dial up, pilihan yang tersedia adalah menggunakan warnet.


Kadang, walaupun dirumah sudah ada koneksi internet dial up, masih ada juga yang ke warnet kalau perlu akses internet agak lama, entah itu mau download file atau mau chatting. Koneksi internet dial up tentu kalau dipakai chatting jadi lumayan mahal. Telkomnet Instant yang 9 ribu rupiah sejam kalau dipakai chatting dua jam sehari, selama sebulan sudah 540ribu, kalau sekarang sudah bisa buat 7bulan kalau pakai paket silver-nya smart. Jadi untuk keperluan chatting atau download, orang biasanya pergi ke warnet, karena waktu itu tarifnya sekitar 4rb-5rb sejam.
Disekitar rumah saya ada 3 warnet, yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Beberapa bulan yang lalu, atau mungkin sekitar setahun yang lalu, saat saya masih langganan starone, kadang saya ke warnet kalau mau download di rapidshare. Waktu itu warnet-warnet itu masih lumayan ramai.
Tapi beberapa minggu yang lalu saya perhatikan tinggal 1 yang masih buka. Lainnya sudah tutup. Saya kira salah satu sebabnya adalah semakin murah dan mudahnya orang berlangganan internet. Paket2 internet sudah semakin murah dan juga terutama, orang tidak perlu pakai komputer untuk mengakses internet. Dengan hp yang dibawanya, apalagi sekarang semakin banyak yang pakai BB, untuk sekedar chatting atau browsing sudah tidak perlu komputer lagi.
Berbeda dengan warnet, game online saya lihat masih ramai, mungkin karena orang suka main game bersama-sama, jadi walaupun bisa dari rumah, masih lebih seru kalau mainnya rame2.

This entry was posted in Informasi, Pribadi. Bookmark the permalink.

One Response to Nasib Warnet kini

  1. ya mas, trend terus bergeser…

Leave a Reply