Jalan-jalan ke Museum Bali

Minggu lalu saya dan keluarga jalan-jalan ke museum bali. Museum Bali ini letaknya di dekat lapangan Puputan Badung, dititik nol kota Denpasar. Museum Bali bersebelahan dengan Pura Agung Jagatnatha.

Seingat saya ini kali kedua saya ke Museum Bali, yang pertama kalinya kalau tidak salah pas saya kelas 5 SD, sekitar 26 tahun yang lalu. Sudah lama sekali ya. Sebenarnya yang membuat saya ingin pergi ke museum adalah ingin menunjukkan musem ke anak-anak, supaya mereka kenal dengan budaya Bali secara menyeluruh, kebetulan juga Gung Adit sangat suka dengan kesenian Bali khususnya wayang.

Tiket masuk museum Bali sangat murah untuk ukuran saat ini, untuk warga Indonesia, tiket dewasa Rp2000 sedangkan tiket anak cuma Rp1000 saja. Bahkan tiket untuk wisatawan asingpun sangat murah, hanya Rp 5000 saja. Karena saya dan keluarga datang 4orang, 2 dewasa dan 2 anak maka saya mesti membayar Rp 6000. Saya membayar dengan Rp 10000, jadi ada kembalian Rp 4000. Ingin sebenarnya saya membiarkan uang kembaliannya, tapi khawatir juga nanti memberikan pendidikan yang tidak baik karena bisa jadi ajang korupsi walaupun jumlahnya tidak seberapa. Mungkin tiket masuk sengaja dibuat murah supaya bisa terjangkau semua kalangan, tapi akibatnya tentu uang masuk tidka mencukupi untuk biaya perawatan. Seharusnya museum menyediakan kotak donasi bagi pengunjung yang ingin memberikan donasi.

Karena saking lamanya kunjungan saya terakhir ke museum Bali, saya tidak begitu ingat detailnya, tapi yang saya ingat tidak ada penambahan koleksi yang signifikan sejak kunjungan saya yang lalu. Ada beberapa gedung terpisah yang berisi barang-barang koleksi, seperti gedung timur yang berisi koleksi dari jaman purbakala, ada juga gedung Karangasem, Buleleng dan Tabanan kalau tidak salah.

Gedung yang paling menarik bagi Gung Adit tentu saja gedung Tabanan, karena didalam gedung itu terpajang koleksi barong dan wayang yang menjadi favoritnya. Kalau gedung-gedung yang lain dia cuma lihat-lihat sepintas saja, di gedung Tabanan tidak mau pulang. Bolak-balik melihat-lihat koleksi wayang yang ada disana. Saya sempat memotret beberapa diantaranya, walaupun hasilnya tidak begitu bagus karena disamping hanya menggunakan kamera HP, juga ada pembatas kaca.

Hal yang baru saya ketahui, ternyata dihari Minggu, banyak sekali orang yang melakukan sesi pemotretan disana, khususnya membuat foto prewedding. Saya tidak tahu mereka membayar berapa, tapi menurut saya,  seharusnya dikenai tarif yang berbeda daripada sekedar tarif masuk, supaya ada tambahan uang masuk agar bisa merawat dan melengkapi koleksi museum, selain itu mereka juga agak mengganggu pengunjung yang lain karena sering berfoto berlama-lama di pintu masuk antara satu bagian dengan bagian yang lainnya.

Sebelum pulang, kami sempat foto-foto disana.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Jalan-jalan ke Museum Bali

  1. Varcold Rain says:

    Wonderful blog! I found it while searching on Yahoo News. Do you have any suggestions on how to get listed in Yahoo News? I’ve been trying for a while but I never seem to get there! Cheers|

Leave a Reply