Upacara Ngaben

Rasanya sebagian besar orang tahu kalau ngaben adalah upacara pembakaran mayat dibali.
Hari ini kembali saya menghadiri upacara ngaben. Sebelum saya menikah, saya paling datang ke acara ngaben keluarga. Tapi sejak saya menikah berarti saya menjadi anggota banjar dengan segala hak dan kewajibannya. Salah satu kewajibannya adalah menghadiri upacara ngaben jika ada anggota banjar yang meninggal. Dengan jumlah anggota banjar saya yang cukup banyak, sekitar 200KK, rata2 tiap bulan sekali ada saja yang meninggal.
Banjar dibali dibagi menjadi beberapa tempek(semacam cluster). Banjar saya terdiri dari 8 tempek. Kewajiban anggota banjar saat ngaben berbeda saat ngaben, tempek yang kebetulan menjadi area orang yang meninggal mesti menghadiri upacara ngaben sampai selesai, sampai nganyut dilaut, sedangkan tempek lainnya cukup sampai api menyala saja, yang biasa disebut ngancung.
Oiya tulisan ini saya buat sambil menunggu api bisa menyala, karena masih menunggu ‘peserta’ satu lagi yang belum datang.

This entry was posted in Budaya Bali. Bookmark the permalink.

One Response to Upacara Ngaben

  1. hajarabis says:

    i love ur post, keep share^^
    mampir balik ke website kami yaa…

Leave a Reply