Gunakanlah produk dalam negeri

Beberapa waktu yg lalu saya membaca tulisan di spanduk yang dipasang dipinggir jalan yang kurang lebih berbunyi “Gunakan produk dalam negeri demi martabat bangsa”
Yang pertama terlintas dipikiran saya adalah, kalau saya ingin menggunakan produk dalam negeri, bagaimana caranya? Sejak dulu sangat sering masyarakat diminta menggunakan produk dalam negeri, tapi rasanya pemerintah belum pernah membuat panduannya. Mungkin ada yang berpikir mau menggunakan produk dalam negeri kok perlu pakai panduan segala, kan tinggal beli saja.


Dulu sayapun berpikir seperti itu tapi setelah saya pikir lebih lanjut kenyataannya tidaklah semudah itu. Pertanyaannya adalah yang manakah yang disebut sebagai produk dalam negeri?
Apakah merk lokal bisa disebut produk dalam negeri? Bagaimana dengan hp lokal yang sebenarnya adalah buatan cina, atau tingting garuda yang merk lokal tapi juga dibuat di cina?
Bisakah oreo yang menggunakan brand asing disebut produk dalam negeri? Kalau iya, tentunya sepeda motor honda akan menjadi produk dalam negeri.
Ataukah karena persentase kandungan lokalnya, atau dibuatnya oleh tenaga kerja indonesia atau dibuat diatas tanah indonesia?
Ataukah tergantung pemiliknya? Kalau pemiliknya adalah orang indonesia akan menjadi produk dalam negeri?
Yang mana yang produk lokal dan produk asing bukanlah semudah membedakan hitam dan putih tetapi banyak area abu2 yang perlu petunjuk.
Bank nasional manakah yang paling nasional saat ini ditengah kepemilikan bank oleh pihak asing, begitu juga mankah operator telepon selular yang masih produk lokal karena telkomsel pun rasanya sebagian besar sahamnya dimiliki asing.

Untuk itulah, jika pemerintah serius memasyarakatkan penggunaan produk dalam negeri, saya rasa perlu panduan yang jelas agar lebih mudah pelaksanaanya. Memang di jaman globalisasi seperti saat ini susah mencari produk yang 100% lokal, tapi paling tidak diantara sekian banyak produk yang beredar dipasaran, kita tahu mana yang paling “dalam negeri”.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply