<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Ajung &#187; Budaya Bali</title>
	<atom:link href="http://cahyawan.net/category/budaya-bali/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cahyawan.net</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Nov 2011 11:58:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Upacara Ngaben</title>
		<link>http://cahyawan.net/2011/11/27/upacara-ngaben/</link>
		<comments>http://cahyawan.net/2011/11/27/upacara-ngaben/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 04:51:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agung cahyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahyawan.net/2011/11/27/upacara-ngaben/</guid>
		<description><![CDATA[Rasanya sebagian besar orang tahu kalau ngaben adalah upacara pembakaran mayat dibali. Hari ini kembali saya menghadiri upacara ngaben. Sebelum saya menikah, saya paling datang ke acara ngaben keluarga. Tapi sejak saya menikah berarti saya menjadi anggota banjar dengan segala &#8230; <a href="http://cahyawan.net/2011/11/27/upacara-ngaben/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://cahyawan.net/wp-content/uploads/2011/11/IMG00141-20111127-1235.jpg"><img class="size-full alignright" title="Ngaben" src="http://cahyawan.net/wp-content/uploads/2011/11/IMG00141-20111127-1235.jpg" alt="" width="576" height="432" /></a></p>
<p>Rasanya sebagian besar orang tahu kalau ngaben adalah upacara pembakaran mayat dibali.<br />
Hari ini kembali saya menghadiri upacara ngaben. Sebelum saya menikah, saya paling datang ke acara ngaben keluarga. Tapi sejak saya menikah berarti saya menjadi anggota banjar dengan segala hak dan kewajibannya. Salah satu kewajibannya adalah menghadiri upacara ngaben jika ada anggota banjar yang meninggal. Dengan jumlah anggota banjar saya yang cukup banyak, sekitar 200KK, rata2 tiap bulan sekali ada saja yang meninggal.<br />
Banjar dibali dibagi menjadi beberapa tempek(semacam cluster). Banjar saya terdiri dari 8 tempek. Kewajiban anggota banjar saat ngaben berbeda saat ngaben, tempek yang kebetulan menjadi area orang yang meninggal mesti menghadiri upacara ngaben sampai selesai, sampai nganyut dilaut, sedangkan tempek lainnya cukup sampai api menyala saja, yang biasa disebut ngancung.<br />
Oiya tulisan ini saya buat sambil menunggu api bisa menyala, karena masih menunggu &#8216;peserta&#8217; satu lagi yang belum datang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyawan.net/2011/11/27/upacara-ngaben/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antrian ala Bali</title>
		<link>http://cahyawan.net/2010/04/25/antrian-ala-bali/</link>
		<comments>http://cahyawan.net/2010/04/25/antrian-ala-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Apr 2010 13:34:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agung cahyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahyawan.net/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Dimana-mana kita sering terkena antrian, kalo ke Bank, ke restooran atau kemana aja. Biasanya antrian yang normal itu adalah first come first serve. Tapi ada juga yang sedikit berbeda, mislanya di supermarket ada kasir khusus bagi yang berbelanja sedikit, atau &#8230; <a href="http://cahyawan.net/2010/04/25/antrian-ala-bali/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dimana-mana kita sering terkena antrian, kalo ke Bank, ke restooran atau kemana aja. Biasanya antrian yang normal itu adalah first come first serve. Tapi ada juga yang sedikit berbeda, mislanya di supermarket ada kasir khusus bagi yang berbelanja sedikit, atau di Bank atau konter khusus buat yang print buku. Jadi biasanya proses yang perlu waktu lama dipisah dengan proses yang perlu waktu singkat.</p>
<p>Tapi di Bali, khususnya warung makan tradisional Bali punya aturan antrian yang berbeda. Saya ga jamin semua menerapkan seperti yang saya tulis ini, mungkin saja ada yg sudah terpengaruh budaya antrian standar yaitu first come first serve.</p>
<p>Prioritas antrian dibedakan menjadi 3, yang pertama adalah buat yang nambah. Jadi kalo kita lagi makan, trus minta nambah, walaupun banyak yang belum dilayani, maka kita akan dilayani terlebih dahulu. Kan ga lucu, orang yang nambah itu pasti sedang seru-serunya makan, trus disuruh nunggu lama sampe lapernya hilang <img src='http://cahyawan.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p><span id="more-132"></span></p>
<p>Prioritas kedua untuk yang makan ditempat, sedangkan prioritas yang terakhir adalah yang bungkus. Jadi kalo kita datang buat beli makanan yang dibungkus, walaupun kita datang duluan, yang datang buat makan disana akan mendapat pesanannya terlebih dahulu. Saya sendiri kurang tahu pasti sebabnya, mungkin dianggap, orang yang mau makan disana lebih lapar dibanding yang bungkus bawa pulang, buktinya yang bungkus kan mesti pulang dulu baru makannya dimakan, jadi sekalian aja dikasi belakangan.</p>
<p>Saya juga ga pernah nanya sama yang jual kenapa polanya begitu, tapi saya perhatikan dibanyak tempat makan tradisional bali rata-rata prioritas antriannya seperti ini. Jadi kalo mau buru-buru makan, bilang aja , bu tambah nasinya satu, walaupun kita baru datang <img src='http://cahyawan.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyawan.net/2010/04/25/antrian-ala-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Hari Raya Galungan</title>
		<link>http://cahyawan.net/2008/08/20/selamat-hari-raya-galungan/</link>
		<comments>http://cahyawan.net/2008/08/20/selamat-hari-raya-galungan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 14:11:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agung cahyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahyawan.net/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini tanggal 20 Agustus 2008 bertepatan dengan Buda Kliwon wuku Dungulan yang merupakan Hari Raya Galungan. Sepuluh hari lagi, Saniscara Kliwon Kuningan merupakan hari raya Kuningan. Hari Raya Kuningan masih merupakan rangkaian dari hari raya Galungan. Hari Minggu lalu, &#8230; <a href="http://cahyawan.net/2008/08/20/selamat-hari-raya-galungan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini tanggal 20 Agustus 2008 bertepatan dengan Buda Kliwon wuku Dungulan yang merupakan Hari Raya Galungan. Sepuluh hari lagi, Saniscara Kliwon Kuningan merupakan hari raya Kuningan. Hari Raya Kuningan masih merupakan rangkaian dari hari raya Galungan.</p>
<p><span id="more-77"></span></p>
<p>Hari Minggu lalu, tanggal 17 Agustus 2008 merupakan jadwal sangkep(rapat) dibanjar. Sangkep selalu dilaksanakan hari Minggu tiga hari sebelum hari raya Galungan. Struktur pemerintahan di Bali sedikit berbeda dengan daerah lainnya di Indonesia. Di Bali kami tidak mengenal RT/RW. Dibawah kelurahan/desa adalah banjar. Ada dua macam banjar, banjar dinas dan banjar adat. Banjar dinas melayani urusan KTP dan sejenisnya, mirip seperti tugas Ketua RT/RW sedangkan banjar adat melayani urusan yang berkaitan dengan adat Bali. Beberapa banjar adat membentuk desa adat yang sekarang biasa disebut desa pekraman.</p>
<p>Didalam sangkep biasanya dibicarakan hal-hal yang berkaitan dengan adat, seperti misalnya acara piodalan di pura, termasuk laporan keuangan piodalan-piodalan yang sudah berlalu atau ada aturan yang perlu disesuaikan dengan perkembangan jaman.</p>
<p>Saya ucapkan <strong>“Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan”</strong></p>
<p>Semoga Hyang Widhi Wasa selalu melimpahkan waranugraha pada kita semua.</p>
<p>Suksma…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyawan.net/2008/08/20/selamat-hari-raya-galungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pilkada Bali</title>
		<link>http://cahyawan.net/2008/07/09/pilkada-bali/</link>
		<comments>http://cahyawan.net/2008/07/09/pilkada-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 03:12:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agung cahyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada bali]]></category>
		<category><![CDATA[quick count]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cahyawan.net/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Tadi pagi saya sudah mencoblos pilkada Bali untuk memilih Gubernur Bali yang baru. Ini adalah pertama kalimya pemilihan gubernur diBali yang diselenggarakan secara langsung. Saya mendapat informasi dari kakak saya, kalau dress code-nya adalah pakaian adat ringan. Jadi tadi saya &#8230; <a href="http://cahyawan.net/2008/07/09/pilkada-bali/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tadi pagi saya sudah mencoblos pilkada Bali untuk memilih Gubernur Bali yang baru. Ini adalah pertama kalimya pemilihan gubernur diBali yang diselenggarakan secara langsung. Saya mendapat informasi dari kakak saya, kalau <em>dress code-</em>nya adalah pakaian adat ringan. Jadi tadi saya berangkat ke TPS dengan mengenakan pakaian adat ringan. Petugas di TPS pun juga mengenakan pakaian adat ringan.</p>
<p>Dari ketiga pasang calon yang ada, saya melihat semuanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Hari ini rakyat Bali memutuskan pilihannya, siapa yang akan menjadi pemimpin Bali. Dari surat panggilan untuk memilih yang saya terima, pemungutan suara berlangsung dari jam 7.00 pagi sampai jam 13.00 WITA. Setelah itu baru penghitungan suara dimulai. Biasanya hasil penghitungan suara resmi baru keluar dalam beberapa hari, tapi belakangan ini dengan adanya quick count, perkiraan hasil penghitungan suara sudah dapat diketahui dalam beberapa jam saja, dan hasilnya pun cukup akurat.</p>
<p>Dari yang saya perhatikan, dari pemilihan presiden maupun pemilihan kepala daerah, selama kampanye banyak janji-janji yang terucapkan, yang tak jarang menguap entah kemana setelah yang bersangkutan terpilih. Untuk itu iseng-iseng saya mengumpulkan koran minggu-minggu belakangan ini, yang nanti setelah gubernur terpilih akan saya kumpulkan berita-berita yang berisi janji-janji beliau selama masa kampanye, agar bisa tahu seberapa banyak yang bisa dipenuhi setelah menjabat. Memang banyak juga janji-janji yang diberikan tidak terukur, sehingga sulit mengetahui apakah yang bersangkutan sudah melaksanakan janjinya apa belum.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyawan.net/2008/07/09/pilkada-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Vasudhaiva Kutumbakam</title>
		<link>http://cahyawan.net/2008/04/20/vasudhaiva-kutumbakam/</link>
		<comments>http://cahyawan.net/2008/04/20/vasudhaiva-kutumbakam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 06:19:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agung cahyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Development]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[Ravi Shankar]]></category>
		<category><![CDATA[Vasudhaiva Kutumbakam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cahyawan.net/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Vasudhaiva Kutumbakam, itulah kata yang saya dengar kemarin saat menghadiri acara Sri Sri Ravi Shankar kemarin di Art Centre Denpasar. Vasudhaiva Kutumbakam diterjemahkan sebagai &#8220;Dunia Satu Keluarga&#8221; atau &#8220;One World Family&#8221;. Sebelumnya saya merasa sudah pernah membaca atau mendengar kata &#8230; <a href="http://cahyawan.net/2008/04/20/vasudhaiva-kutumbakam/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Vasudhaiva Kutumbakam, itulah kata yang saya dengar kemarin saat menghadiri acara Sri Sri Ravi Shankar kemarin di Art Centre Denpasar. Vasudhaiva Kutumbakam diterjemahkan sebagai &#8220;Dunia Satu Keluarga&#8221; atau &#8220;One World Family&#8221;. Sebelumnya saya merasa sudah pernah membaca atau mendengar kata tersebut, tapi lupa  entah dimana.</p>
<p>Ya, seperti yang saya tulis sebelumnya, saya akhirnya datang ke Art Center kemarin malam. Saya sampai disana sekitar jam 18.30, kendaraan sudah ramai. Sebelum masuk, saya beli minum dan kacang dulu, supaya tidak kehausan disana. Ternyata nanti dapat air mineral gratis.</p>
<p><span id="more-33"></span></p>
<p>Acara belum mulai, saya jadi sempat melihat-lihat barang-barang yang dijual disana. Saya beli satu buah DVD yoga. Kata yang jual, ini latihan yoga untuk panjang umur. DVDnya belum sempat saya lihat sampai selesai, baru permulaannya saja.</p>
<p>Ternyata acara itu banyak dihadiri oleh orang-orang dari berbagai negara, bahkan secara perbandingan, cukup dominan dibanding orang-orang lokal yang hadir. Belakangan setelah selesai acara, saya mendapat penjelasan dari Vasdhev Gobind, yang juga hadir disana, bahwa orang-orang itu adalah yang mengikuti pelatihan advance The Art Of Living yang diadakan diHotel Grand Bali Beach. Acara tersebut diadakan setahun sekali dan bersifat internasional, jadi yang hadir datang dari berbagai negara.</p>
<p>Acara diisi dengan pidato dari Sri Sri Ravi Shankar, lagu-lagu rohani dan juga ada acara meditasi yang dipimpin langsung oleh Sri Sri Ravi Shankar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyawan.net/2008/04/20/vasudhaiva-kutumbakam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pasang Aksara Bali</title>
		<link>http://cahyawan.net/2008/04/17/pasang-aksara-bali/</link>
		<comments>http://cahyawan.net/2008/04/17/pasang-aksara-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 09:34:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agung cahyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[huruf bali]]></category>
		<category><![CDATA[pasang aksara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cahyawan.net/2008/04/17/pasang-aksara-bali/</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin saya janjian bertemu dengan seorang teman untuk membuat proposal di Food Court Supermarket Tiara Dewata. Sampai disana ternyata teman yang diajak janjian belum datang. Akhirnya sambil menunggu saya lihat-lihat buku di toko buku Tiara Dewata. Sewaktu saya SMP, toko &#8230; <a href="http://cahyawan.net/2008/04/17/pasang-aksara-bali/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin saya janjian bertemu dengan seorang teman untuk membuat proposal di Food Court Supermarket Tiara Dewata. Sampai disana ternyata teman yang diajak janjian belum datang. Akhirnya sambil menunggu saya lihat-lihat buku di toko buku Tiara Dewata.</p>
<p>Sewaktu saya SMP, toko buku ini bisa dibilang yang paling lengkap di Denpasar, tapi entah kenapa semakin lama koleksi bukunya semakin sedikit, lebih banyak stationary-nya.</p>
<p>Sesampai di toko buku, saya mula-mula lihat-lihat koleksi buku-buku komputer. Bukunya agak ketinggalan, dan penataannya menyulitkan pengunjung untuk mencari buku yang diinginkan.</p>
<p><span id="more-28"></span></p>
<p>Tanpa sengaja saya melihat buku Celah-celah Kunci Pasang Aksara Bali. Dahulu sewaktu saya SD, saya punya buku sejenis dengan judul Pasang Pageh Aksara Bali. Buku itu seingat saya tidak pernah saya baca, sebabnya tidak lain dan tidak bukan karena satu buku isinya huruf bali semua <img src='http://cahyawan.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  . Buku itu membahas aturan-aturan khusus dalam penulisan huruf bali. Kalau tidak salah guru bahasa bali saya yang menyarankan untuk membeli buku itu. Sayangnya ternyata isinya huruf bali semua sedangkan saya tidaklah terlalu lancar untuk membaca dan menulis huruf bali. Dan itu jugalah tujuan saya membeli buku itu.</p>
<p>Waktu itu yang terlontar dipikiran saya, pengarang buku ini aneh banget, gimana pembaca bisa mengerti apa yang dituliskan, seharusnya kan ditulis pakai huruf latin saja dengan bagian-bagian tertentu baru ditulis dengan huruf bali supaya pembaca jadi lebih mudah mengerti.</p>
<p>Nah buku yang saya beli kemarin sejenis dengan buku yang saya beli sewaktu SD dulu. Hanya saja, buku ini bukan cuma ditulis dengan huruf latin, tetapi juga menggunakan bahasa Indonesia <img src='http://cahyawan.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Bukunya tipis saja, dan harganya juga cuma 4rb saja.</p>
<p>Yang baru saya ketahui, ternyata pasang aksara bali itu ada tabelnya, tidak harus dihapal satu persatu. Misalnya ada aturan begini :</p>
<blockquote><p>Saluiring kruna lingga yening wenten n kagantungin antuk c utawi j, wenang n punika kagentosin antuk ny.</p></blockquote>
<p>Yang artinya :</p>
<blockquote><p>Semua kata dasar kalau ada huruf  n yang diikuti oleh c atau j, maka huruf n tersebut wajib digantikan dengan huruf ny.</p></blockquote>
<p>Jadi tulisan p: panca menjadi panyca<br />
panji menjadi panyji</p>
<p>Dulu juga tidak dijelaskan kenapa aturannya begitu, take for granted saja. Kalau SD mungkin dianggap tidak perlu tahu alasannya, tapi saya dapat pelajaran bahasa bali sampai SMA lho. Apa gak denger waktu dikasi penjelasan kali ya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyawan.net/2008/04/17/pasang-aksara-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

