<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Ajung</title>
	<atom:link href="http://cahyawan.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cahyawan.net</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Jun 2010 00:50:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Upgrade ke WordPress 3.0</title>
		<link>http://cahyawan.net/2010/06/30/upgrade-ke-wordpress-3-0/</link>
		<comments>http://cahyawan.net/2010/06/30/upgrade-ke-wordpress-3-0/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2010 00:50:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agung cahyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahyawan.net/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Barusan upgrade ke WordPress 3.0. Saya tidak tahu ini bug atau bukan, tapi di halaman plugins kan biasanya ada pemberitahuan mana yang perlu diupgrade. Kalau yang baru ini agak aneh, barusan ada beberapa plugin yang perlu diupgrade, setelah saya upgrade salah satunya, balik kesana, tidak ada notifikasi lagi bahwa masih ada plugin yang belum diupdate. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Barusan upgrade ke WordPress 3.0. Saya tidak tahu ini bug atau bukan, tapi di halaman plugins kan biasanya ada pemberitahuan mana yang perlu diupgrade.<br />
Kalau yang baru ini agak aneh, barusan ada beberapa plugin yang perlu diupgrade, setelah saya upgrade salah satunya, balik kesana, tidak ada notifikasi lagi bahwa masih ada plugin yang belum diupdate. Refresh beberapa kali, baru muncul lagi list plugin yang perlu diupdate </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyawan.net/2010/06/30/upgrade-ke-wordpress-3-0/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rinnai Water Heater tidak mau menyala</title>
		<link>http://cahyawan.net/2010/05/18/rinnai-water-heater-tidak-mau-menyala/</link>
		<comments>http://cahyawan.net/2010/05/18/rinnai-water-heater-tidak-mau-menyala/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 May 2010 06:18:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agung cahyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahyawan.net/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Saya dirumah ada water heater merek Rinnai yang pakai gas. Beberapa waktu yang lalu tidak mau menyala karena gas habis. Yang anehnya setelah saya ganti gas, masih juga belum menyala, saya periksa baterainya ternyata masih baik. Jadi apa ya sebabnya? Untung saya ingat dulu pernah mengalami masalah yang sama. Awal mulanya sama, gas habis trus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya dirumah ada water heater merek Rinnai yang pakai gas. Beberapa waktu yang lalu tidak mau menyala karena gas habis. Yang anehnya setelah saya ganti gas, masih juga belum menyala, saya periksa baterainya ternyata masih baik. Jadi apa ya sebabnya?</p>
<p><span id="more-156"></span></p>
<p>Untung saya ingat dulu pernah mengalami masalah yang sama. Awal mulanya sama, gas habis trus gas diganti tapi masih belum bisa menyala. Ganti baterai karena saya pikir baterainya yang soak ternyata tidak mengatasi masalah. Terpaksa saya telpon teknisi.</p>
<p>Ternyata yang dilakukan teknisi itu sederhana sekali, dia hanya mencopot selang gas yang ke water heater(tentu sebelumnya harus ingat mencopot regulator gas dari tabung gas agar tidak terjadi kebocoran gas).  Setelah dicopot dan pasang lagi, water heater sudah berfungsi normal.</p>
<p>Kalau tidak salah waktu itu sempat saya tanya sebabnya kenapa, menurut teknisi didalam water heater itu ada valve yang bisa stuck diposisi tertentu dan dengan mencopot selang gas bisa mengembalikan valve itu ke posisi semula.</p>
<p>Simple ya solusinya? Tapi agak menyebalkan juga kalau setiap ganti gas mesti copot selang gas dulu</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyawan.net/2010/05/18/rinnai-water-heater-tidak-mau-menyala/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Solderku</title>
		<link>http://cahyawan.net/2010/05/07/solderku/</link>
		<comments>http://cahyawan.net/2010/05/07/solderku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 May 2010 09:55:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agung cahyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Electronics]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahyawan.net/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[Saya mulai belajar elektronika sejak kelas 1 SMP, kira-kira 24 tahun yang lalu. Yang namanya orang belajar elektronika, pasti tidak dipisahkan dari solder. Jadi awal saya belajar elektronika, saya dibelikan seperangkat peralatan oleh bapak saya(saya memanggilnya Aji, sebagaimana orang bali umumnya). Waktu itu saya dibelikan solder, multimeter kecil dan juga dudukan solder. Solder yang dibelikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://cahyawan.net/wp-content/uploads/2010/05/30042010007.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-148" title="solder goot" src="http://cahyawan.net/wp-content/uploads/2010/05/30042010007.jpg" alt="" width="293" height="167" /></a></p>
<p>Saya mulai belajar elektronika sejak kelas 1 SMP, kira-kira 24 tahun yang lalu. Yang namanya orang belajar elektronika, pasti tidak dipisahkan dari solder. Jadi awal saya belajar elektronika, saya dibelikan seperangkat peralatan oleh bapak saya(saya memanggilnya Aji, sebagaimana orang bali umumnya). Waktu itu saya dibelikan solder, multimeter kecil dan juga dudukan solder. Solder yang dibelikan waktu itu yang standar saja, tiga ribu kalo tidak salah harganya. Cuma ternyata solder itu tidak tahan lama, saya sempat beberapa kali ganti solder yang sejenis dan tetap saja rusak melulu.</p>
<p><span id="more-147"></span></p>
<p>Akhirnya saya minta dibelikan solder yang lebih bagus. Oleh ibu saya, kakak saya yg tertua diminta mengantarkan saya membelinya. Waktu itu saya sebenarnya pengen beli solder gun, kayaknya keren dan waktu itu kalo solder gun pasti solder bagus.</p>
<p>Tapi sampai di toko, penjualnya bilang, lebih enak pakai model biasa, kalo istilah resminya pen type. Akhirnya saya beli solder goot yang pen type.</p>
<p>Minggu lalu,  tadinya solder itu masih saya pakai, kemudian saya cabut karena ada urusan lain, pas saya colokkan kembali ternyata tidak mau panas. Saya mau coba buka untuk memeriksa elemennya, ternyata bagian dalamnya malah patah karena bagian logam solder sudah melekat dengan body bagian dalamnya.</p>
<p>Sebelumnya saya sudah merasa, solder ini tidak akan terlalu lama lagi bisa dipakai, karena baut untuk mengganti ujung solder sudah patah dan saya coba buka tidak bisa. Jadi umurnya paling lama sampai ujungnya rusak. Ternyata bukan ujung yang rusak yang membuat solder ini tidak bisa dipakai tetapi karena pemanasnya yang mati. Selama saya pakai, sekitar 24 tahun, solder ini sudah berkali-kali ganti elemen pemanas dan juga ujung solder.</p>
<p>Ada cerita menarik dengan solder ini sewaktu saya SMP. Tempat saya praktik elektronika colokan listriknya terbatas, jadi kita sering nebeng ke meja lain nyari colokan,  cuma kadang yg punya meja pas lagi perlu main copot saja. Jadinya pas mau pake, ini solder kok gak panas2?</p>
<p>Karena itu saya memodifikasi solder saya, yang pertama, supaya saya bisa nyolok listrik dimana saja, kabel solder saya ganti dengan kabel setrikaan dengan panjang 3 meter, yang kedua, supaya saya tau kalao solder saya dicabut, saya pasang lampu indikator didalam solder, jadi dari arah keluar kabel saya bisa lihat lampu indikator menyala yang berarti solder tersambung ke listrik <img src='http://cahyawan.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kalau dipikir2 panjang juga ya umur solder saya ini, sampai sekitar 24 tahun saya pakai.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyawan.net/2010/05/07/solderku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tidak bisa upload photo</title>
		<link>http://cahyawan.net/2010/05/06/tidak-bisa-upload-photo/</link>
		<comments>http://cahyawan.net/2010/05/06/tidak-bisa-upload-photo/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 08:02:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agung cahyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahyawan.net/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[Barusan saya coba upload foto dan tidak bisa, errornya adalah : &#8220;Unable to create directory /bla/bla/wp-content/uploads/2010/05. Is its parent directory writable by the server?&#8221; Sudah diubah permisionnya, ternyata masih tidak bisa juga, ternyata ada bagian setting dari hosting yang lama yang terbawa. Masih dicari2 cara untuk membereskannya&#8230;. edit : ternyata upload path itu ada di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Barusan saya coba upload foto dan tidak bisa, errornya adalah :</p>
<p>&#8220;Unable to create directory /bla/bla/wp-content/uploads/2010/05. Is its parent directory writable by the server?&#8221;</p>
<p>Sudah diubah permisionnya, ternyata masih tidak bisa juga, ternyata ada bagian setting dari hosting yang lama yang terbawa. Masih dicari2 cara untuk membereskannya&#8230;.</p>
<p>edit :</p>
<p>ternyata upload path itu ada di wp_option, tinggal ganti path disana saja sudah bisa <img src='http://cahyawan.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyawan.net/2010/05/06/tidak-bisa-upload-photo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cek emisi dan oli gratis</title>
		<link>http://cahyawan.net/2010/05/06/cek-emisi-dan-oli-gratis/</link>
		<comments>http://cahyawan.net/2010/05/06/cek-emisi-dan-oli-gratis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 07:58:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agung cahyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahyawan.net/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu pas lagi belanja ke C4, ternyata disana sedang ada pemeriksaan emisi gratis oleh Astra World. Sebelumnya saya memang mendapat SMS untuk mengikuti test emisi tersebut, sayang pas jadwalnya saya gak bisa kesana. Tapi ternyata pas hari Minggu kesana, pemeriksaan nya masih ada. Karena mobil saya melewati test emisi, dikasi gratis olie [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://cahyawan.net/wp-content/uploads/2010/05/280420101.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-142 alignnone" title="uji emisi" src="http://cahyawan.net/wp-content/uploads/2010/05/280420101-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Beberapa hari yang lalu pas lagi belanja ke C4, ternyata disana sedang ada pemeriksaan emisi gratis oleh Astra World.</p>
<p>Sebelumnya saya memang mendapat SMS untuk mengikuti test emisi tersebut, sayang pas jadwalnya saya gak bisa kesana. Tapi ternyata pas hari Minggu kesana, pemeriksaan nya masih ada.</p>
<p>Karena mobil saya melewati test emisi, dikasi gratis olie Repsol 1 liter, lumayan juga <img src='http://cahyawan.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Katanya sih beberapa bulan mendatang semua kendaraan wajib melewati uji emisi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyawan.net/2010/05/06/cek-emisi-dan-oli-gratis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antrian ala Bali</title>
		<link>http://cahyawan.net/2010/04/25/antrian-ala-bali/</link>
		<comments>http://cahyawan.net/2010/04/25/antrian-ala-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Apr 2010 13:34:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agung cahyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahyawan.net/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Dimana-mana kita sering terkena antrian, kalo ke Bank, ke restooran atau kemana aja. Biasanya antrian yang normal itu adalah first come first serve. Tapi ada juga yang sedikit berbeda, mislanya di supermarket ada kasir khusus bagi yang berbelanja sedikit, atau di Bank atau konter khusus buat yang print buku. Jadi biasanya proses yang perlu waktu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dimana-mana kita sering terkena antrian, kalo ke Bank, ke restooran atau kemana aja. Biasanya antrian yang normal itu adalah first come first serve. Tapi ada juga yang sedikit berbeda, mislanya di supermarket ada kasir khusus bagi yang berbelanja sedikit, atau di Bank atau konter khusus buat yang print buku. Jadi biasanya proses yang perlu waktu lama dipisah dengan proses yang perlu waktu singkat.</p>
<p>Tapi di Bali, khususnya warung makan tradisional Bali punya aturan antrian yang berbeda. Saya ga jamin semua menerapkan seperti yang saya tulis ini, mungkin saja ada yg sudah terpengaruh budaya antrian standar yaitu first come first serve.</p>
<p>Prioritas antrian dibedakan menjadi 3, yang pertama adalah buat yang nambah. Jadi kalo kita lagi makan, trus minta nambah, walaupun banyak yang belum dilayani, maka kita akan dilayani terlebih dahulu. Kan ga lucu, orang yang nambah itu pasti sedang seru-serunya makan, trus disuruh nunggu lama sampe lapernya hilang <img src='http://cahyawan.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p><span id="more-132"></span></p>
<p>Prioritas kedua untuk yang makan ditempat, sedangkan prioritas yang terakhir adalah yang bungkus. Jadi kalo kita datang buat beli makanan yang dibungkus, walaupun kita datang duluan, yang datang buat makan disana akan mendapat pesanannya terlebih dahulu. Saya sendiri kurang tahu pasti sebabnya, mungkin dianggap, orang yang mau makan disana lebih lapar dibanding yang bungkus bawa pulang, buktinya yang bungkus kan mesti pulang dulu baru makannya dimakan, jadi sekalian aja dikasi belakangan.</p>
<p>Saya juga ga pernah nanya sama yang jual kenapa polanya begitu, tapi saya perhatikan dibanyak tempat makan tradisional bali rata-rata prioritas antriannya seperti ini. Jadi kalo mau buru-buru makan, bilang aja , bu tambah nasinya satu, walaupun kita baru datang <img src='http://cahyawan.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyawan.net/2010/04/25/antrian-ala-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pindahan</title>
		<link>http://cahyawan.net/2010/04/07/pindahan/</link>
		<comments>http://cahyawan.net/2010/04/07/pindahan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Apr 2010 08:43:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agung cahyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahyawan.net/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[Baru saja selesai pindahan, capek juga ternyata. Dari backup database, download trus diimport ke tempat yang baru trus backup semua file di server yang lama, di download trus upload lagi ke tempat yang baru dan terakhir ganti name server ditempat beli domain. Pas dicoba, error database connection, ternyata ada satu lagi, ganti nama database menyesuaikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru saja selesai pindahan, capek juga ternyata. Dari backup database, download trus diimport ke tempat yang baru trus backup semua file di server yang lama, di download trus upload lagi ke tempat yang baru dan terakhir ganti name server ditempat beli domain.</p>
<p>Pas dicoba, error database connection, ternyata ada satu lagi, ganti nama database menyesuaikan dengan prefix user name di hosting yang baru.</p>
<p>Setelah itu mesti tunggu dulu sebentar, supaya name server merefresh data2nya. Biar cepet, pake dnsnya google aja, untuk ngeceknya.</p>
<p>Ternyata sudah oke <img src='http://cahyawan.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyawan.net/2010/04/07/pindahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Backup atau Tidak?</title>
		<link>http://cahyawan.net/2010/01/11/backup-atau-tidak/</link>
		<comments>http://cahyawan.net/2010/01/11/backup-atau-tidak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 05:38:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agung cahyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahyawan.net/2010/01/11/backup-atau-tidak/</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini aktivitas download saya meningkat, bermacam-macam saya download, entah itu ebook, software ataupun film. Karena kebanyakan saya mendownloadnya dari rapidshare dan sejenisnya, saya jadi mesti berlangganan rapidleech. Dengan hanya sekitar 30rb-50rb sebulan, saya bisa mendownload dari berbagai situs file sharing seperti rapidshare, depositfile, dll tanpa mesti menunggu slot. Kecepatannya juga lumayan. Akibatnya jelas, harddisk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belakangan ini aktivitas download saya meningkat, bermacam-macam saya download, entah itu ebook, software ataupun film. Karena kebanyakan saya mendownloadnya dari rapidshare dan sejenisnya, saya jadi mesti berlangganan rapidleech. Dengan hanya sekitar 30rb-50rb sebulan, saya bisa mendownload dari berbagai situs file sharing seperti rapidshare, depositfile, dll tanpa mesti menunggu slot. Kecepatannya juga lumayan.</p>
<p>Akibatnya jelas, harddisk saya jadi cepat penuh. Disini timbul pertanyaan, file itu dibackup tidak? Kalau file sepetri ebook tentu saja mesti dibackup karena suatu saat akan dibaca lagi, karena sering saya mendownload ebook bukan karena mau dibaca sekarang, tapi karena saya lihat isinya bagus dan mau dibaca sewaktu-waktu.</p>
<p>Tapi kalau yang jenisnya film itu, saya jadi agak ragu, setelah selesai ditonton apakah dihapus ataukah mesti dibackup ke DVD ya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyawan.net/2010/01/11/backup-atau-tidak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blog dan Facebook</title>
		<link>http://cahyawan.net/2010/01/11/blog-dan-facebook/</link>
		<comments>http://cahyawan.net/2010/01/11/blog-dan-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 01:45:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agung cahyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahyawan.net/2010/01/11/blog-dan-facebook/</guid>
		<description><![CDATA[Gara-gara keasikan facebook, blog ini jadi terbengkalai. Malah pas dicek ternyata sudah tidak online beberapa bulan. Untung semuanya sudah teratasi. Tapi tidak semua kembali seperti sedia kala. Traffic turun jauh, entah karena jarang diupdate atau karena sempat offline, atau karena kedua-duanya. Yang parahnya lagi, jumlah page yang diinedx google juga berkurang. Dan juga, kalau dulu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gara-gara keasikan facebook, blog ini jadi terbengkalai. Malah pas dicek ternyata sudah tidak online beberapa bulan. Untung semuanya sudah teratasi.</p>
<p>Tapi tidak semua kembali seperti sedia kala. Traffic turun jauh, entah karena jarang diupdate atau karena sempat offline, atau karena kedua-duanya.</p>
<p>Yang parahnya lagi, jumlah page yang diinedx google juga berkurang. Dan juga, kalau dulu, beberapa menit setelah update blog, tulisan tersebut akan langsung diindex oleh google, sekarang tidak lagi. Kayaknya perlu waktu untuk mengembalikan kepercayaan google nih. Caranya ya dengan rutin menulis, mudah-mudahan ntar cepat diindex lagi sama om google.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyawan.net/2010/01/11/blog-dan-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Emergency Lamp</title>
		<link>http://cahyawan.net/2010/01/09/emergency-lamp/</link>
		<comments>http://cahyawan.net/2010/01/09/emergency-lamp/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 04:51:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agung cahyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogroll]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahyawan.net/2010/01/09/emergency-lamp/</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini di Bali, dan sepertinya diseluruh Indonesia rutin mengalami pemadaman listrik. Saya tidak tahu pasti kapan ini akan berakhir, mungkin dengan adanya pergantian dirut PLN bisa menyelesaikan masalah ini. Kalau di Bali sendiri sih katanya, saya baca di koran pagi ini, dengan selesainya maintenance pembagkit listrik di Gilimanuk pada pertengahan januari ini, pemadaman akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belakangan ini di Bali, dan sepertinya diseluruh Indonesia rutin mengalami pemadaman listrik. Saya tidak tahu pasti kapan ini akan berakhir, mungkin dengan adanya pergantian dirut PLN bisa menyelesaikan masalah ini.</p>
<p>Kalau di Bali sendiri sih katanya, saya baca di koran pagi ini, dengan selesainya maintenance pembagkit listrik di Gilimanuk pada pertengahan januari ini, pemadaman akan berkurang jauh. Mudah2an saja benar.</p>
<p><span id="more-125"></span></p>
<p>Efek lain dari adanya pemadaman bergilir ini adalah ramainya orang menjual emergency lamp, dan juga lampu templek! Kalau orang ramai menjual emergency lamp saya rasa sih bukan hal yang aneh, tapi yang cukup mengherankan adalah lampu templek. Barang yang sudah bertahun-tahun saya tidak lihat, sekarang banyak yang jual lagi.</p>
<p>Tapi entah kenapa lampu petromax tidak menjadi populer lagi, mungkin karena harganya yang cukup mahal, dan juga menyalakannya juga tidak mudah. Mungkin banyak orang sekarang sudah tidak bisa menyalakan lampu petromax, padahal sebenarnya tidak susah2 amat kok menyalakan lampu petromax.</p>
<p>Balik lagi ke emergency lamp, gara-gara pemadaman ini , saya jadi tertarik bikin emergency lamp. Kalau bikin yang sekedar nyala dan asal bisa charge batere sendiri sih sebentar aja selesai, tapi saya mau bikin yang sedikit sophisticated, jadi proses desainnya rada lama disamping juga karena kesibukan saya dengan hal yang lainnya.</p>
<p>Barusan browsing2 tentang batere, saya ingin mengetahui teknik charging batere yang benar, dan saya ketemu site ini : <a href="http://www.batterystuff.com/tutorials_index.html">http://www.batterystuff.com/tutorials_index.html</a> dan <a href="http://www.batteryuniversity.com/">http://www.batteryuniversity.com/</a> . Kedua site ini rasanya membahas tentang batere dan teknik charge yang benar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyawan.net/2010/01/09/emergency-lamp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	<img style='margin:0;padding:0;border:0;' width='1px' height='1px' src="http://cahyawan.net/wp-content/plugins/mystat/mystat.php?act=time_load&id=18393&rnd=879476616" /></channel>
</rss>
